"Jangan sebut Aku lelaki. Sebab dihadapanmu saja, Aku tidak bisa untuk tidak meneteskan airmata."
"Apakah Kau tahu, kenapa alas kaki itu selalu berpasangan? Sebab Mereka mengerti bahwa sendiri itu menakutkan."
"Ada kesamaan antara Kau dan udara. Sama-sama Aku butuh dan sama-sama tak dapat Aku lihat."
"Ada satu ketidakmungkinan yang sangat tidak mungkin, yaitu mengharapkan rindumu walau hanya seujung kuku anak kecil."
"Jika benar mengenalmu ialah awal mula sebelum menjadi sejati. Maka Aku rela hilang ingatan, yang berujung pada nafas terakhir."
"Bukan karena Kita pernah saling berbagi pelukan, lantas kepala ini selalu ingat. Tapi karena alasan Aku memelukmu itulah jawabnya."
"Lebih pantas disebut apakah Kita kemarin dan setidak mengenal apa Kita didetik ini. Itupun takkan membuatku berpikir bahwa Kau itu buruk."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar