Hujan, hujan itu tidak hanya sekedar tetesan air yang jatuh dari langit membasahi apapun yang ada bersamanya. Hujan menyimpan banyak cerita, kisah, dongeng maupun hal sepele yang terlanjur bersamanya. Bersama hujan, seperti halnya Kau.
Masih perihal hujan, bukan tentang kapan hujan akan reda. Melainkan bagaimana bermain bersamanya. Hujan itu menyenangkan, bukan menakutkan. Kau takut? Aku tidak. Sebab bersama hujanlah, ingatan ini semakin mengingatkan segala yang tentangmu.
Tentang merahnya pelindung kepala itu, tentang kebiasaanmu yang tak lupa menggosok gigi sebelum terlelap, dan tentang hal kecil yang sering hilang hingga Kau dibuatnya menangis. Sebagaimana kumpulan alfabet yang harus dibaca berurutan. Dimulai dari huruf A, B, C, D, E, F hingga sampai Z. Semisal itulah, Kau diseluruh ingatanku tak berkurang sekecilpun.
Terkadang, hujan menjadikan mendung sebagai alasan untuk Ia datang. Tapi tidak denganmu, Kau datang mengingatkan ingatanku seenaknya saja. Tak peduli apakah sedang hujan gerimis, hujan panas, hujan deras, hujan angin dan kapanpun itu, Kau terus mengingatkan ingatanku.
Barangkali, Kita lebih tepat disebut sepasang ingatan yang saling berbagi ingatan, bersama turunnya hujan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar