Minggu, 21 Desember 2014

TUHAN BERSAMA KESENDIRIAN

Tak ada perjalanan yang tak berpulang, tak ada dongeng yang tak berakhiran dan tak ada jembatan yang tak berujung. Sama halnya dengan cinta. Pulangnya ialah kesendirian, akhirannya ialah kesendirian dan ujungnya juga ialah kesendirian.

Kesendirian itu tidak datang sendiri, bersama kerumunan kerabatnya. Ia merumuni siapapun yang sudah ditakdirkan tanpa terkecuali. Kerabatnya itu ialah perpisahan, kesedihan, tangisan, jeritan, kekecewaan, ingatan, lamunan, penyesalan, kesepian, penantian dan segala yang ada di kepala orang-orang yang ditakdirkan untuk mengulum kesendirian.

Kesendirian itu memang berat, seberat perjalanan menuju Everest yang harus melewati 108 kelokan, seberat musim panas di Kota Ahvas, Iran. Tapi setidaknya, dengan kesendirian yang demikian berat, Tuhan selalu bersama kesendirian itu sendiri. Bersama didalam do'a, bersama diatas sajadah, bersama didalam rumah ibadah dan bersama dimanapun kesendirian itu berada, Tuhan selalu ada bersamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar