Kau bilang pria itu jahat. Pria itu tidak jahat, hanya saja Kau yang salah pilih. Aku pria yang tak Kau pilih ini, bersedia menunggumu hingga Kau disebut nenek.
Kau bilang lelaki itu pengecut. Lelaki itu bukan pengecut, hanya saja Kau yang telah mengabaikan. Aku lelaki yang Kau abaikan ini, bersedia mengantarmu ke pelaminannya sekalipun.
Kau bilang pria itu rusak. Pria itu tidak rusak, hanya saja Kau yang terlalu diam. Aku pria yang diam ini, bersedia menenangkanmu dalam sepinya masa tuamu.
Kau bilang lelaki itu pembohong. Lelaki itu bukan pembohong, hanya saja Kau yang terlanjur jujur. Aku lelaki yang jujur ini, bersedia meyakinkanmu dalam lengan yang penuh dengan kerutan.
Kau ialah masa tuaku, darimu Aku hanya inginkan satu hal kecil saja. Sekecil kutu dalam seekor semut barangkali.
Aku ingin ditelapak kakimu ada surga untuk anak-anak Kita, itu saja sayang. Sederhana, bukan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar