Selasa, 23 Desember 2014

SEHARI lBU

Teruntuk, Ibuku.

Hari ini, Selasa 23 Desember 2014. Tidak seperti hari selasa sebelumnya, ini sedikit berbeda dan lain.

Apa yang membuatnya tampak berbeda?
Apa yang membuatnya tampak lain?

Sehari kemarin ialah hari Ibu, itulah yang membuatnya berbeda. Ada satu perbedaan yang lainnya, adalah bukan kemarin Aku menulis tentang hari Ibu ini. Melainkan sekarang, yaitu hari selasa.

Sebagai seorang anak, tentunya Ibu adalah segalanya. Beliau bukan hanya seorang perempuan tua yang sering mengenakan daster berbunga-bunga dikesehariannya. Namun juga seorang malaikat yang sengaja ditakdirkan Tuhan untuk memberikan kasih kepada anak-anaknya.

Aku bangga memiliki Ibu yang seperti Ibuku. Aku bahagia menjadi anak dari Ibu yang seperti Ibuku.

Dikedua mataku dan diseisi kepalaku, Beliau luar biasa hebat. Jika Aku boleh meminjam seluruh Ibu jari orang-orang disekitarku, rasa-rasanya takkan cukup untuk menggambarkan betapa luar biasanya Beliau selama perjalanan hidupku.

Ibu, meski kemarin anak lelakimu ini hanya bisa memberikan sepotong es krim magnum rasa coklat. Semoga saja hal itu mampu menciptakan senyum dihatimu yang sering kering karena memikirkan Kami, anak-anakmu.

Ibu, I love You and I will always love You, because You are My everythings.

Dari anak lelakimu : Djani Abimanyu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar