Sabtu, 20 Desember 2014

AKU SUDAH TIDAK LAGI ADA

Ketika waktu telah membawa hati menjadi masing-masing. Rasa sangat ingin pun takkan cukup untuk mengulangkan semuanya. Seperti hujan yg tak mungkin turun dari bawah, demikianlah Kita sekarang.

Dulu, Kamu sering bertanya tentang kesetiaan? Dan bagiku, sebaik-baiknya kesetiaan itu ialah saat Aku tanpamu, tapi hatiku selalu ingat. Kamu bisa saja bersembunyi dibalik banyak wanita lain. Namun, Aku tak kunjung mendapati dirimu yg sebenarnya. Apakah iya? Aku sudah tidak lagi ada, diingatanmu.

Seringkali, telingaku mendengar tajamnya lidah berkata. Kesetiaan itu sama dengan memilih diri untuk menjadi tidak waras. Justru karenanya, Aku dijadikannya menikmati ketidakwarasan disetiap detik yg bergerak.

Semakin lama detik bergerak tanpamu, semakin jelas tentangmu dikepalaku. Aku mencoba mengepalkan tangan ini, kemudian Aku pukulkan dg keras ke arah dinding yg tak berdosa itu. Bukannya jiwa terasa tenang, justru wajahmu terus menertawakanku tiada terhenti.

Menyerahlah Aku sekarang, menyerah sudah. Sebab semampunya untuk melupakan ingatanmu saja, Aku tak sanggup. Dan akhirnya, pada nama itulah Aku ingin terus hidup, meski ragamu tak lagi sudi untuk bersamaku hingga kelak.

Karya : Djani Abimanyu.

1 komentar: